DOK. BOLA

Segenap pemain dan pelatih timnas Italia berfoto bareng usai memastikan juara Piala Dunia, 19 Juni 1938.
Senin, 19 Juni 2017: 09.02 WIB

JUARA Klasik 19 Juni 1938; Trofi Piala Dunia Penyelamat Nyawa Skuat Italia

Indra Citra Sena

JUARA.net - Juara atau Mati! Perintah absolut ini keluar dari mulut salah satu diktator paling kejam sepanjang sejarah, Benito Mussolini, yang ditujukan kepada tim nasional Italia menjelang final Piala Dunia 1938 kontra Hungaria.

Konon instruksi Mussolini diterima secara langsung via perantara telegram beberapa saat sebelum Italia melakoni pertandingan final. Sekutu diktator Jerman, Adolf Hitler, dalam poros fasis ini memang berambisi menahbiskan Gli Azzurri sebagai tim terhebat di dunia.

Instruksi tersebut barangkali terdengar seperti ancaman hukuman mati, tapi sangat efektif membangkitkan semangat juang pemain-pemain Italia serta menghasilkan sepasang titel prestisius sebelum Piala Dunia 1938, yakni trofi Piala Dunia 1934 serta medali emas Olimpiade 1936.

Tak mengherankan bila Mussolini kembali mematok target juara ketika Italia menjejak final Piala Dunia 1938. Nyawa pemain ibarat bergantung kepada seutas tali di tiang gantungan, menanti algojo melaksanakan eksekusi seandainya mereka benar-benar menemui kegagalan menekuk Hungaria.

Duel penentuan kampiun Piala Dunia 1938 berlangsung di Stadion Olympique de Colombes, Paris. Mayoritas penonton adalah warga Prancis sehingga cenderung mendukung Hungaria berdasarkan rasa sentimen terhadap fasisme.

Dukungan publik Paris sempat memacu spirit Hungaria di menit-menit awal. Gol pembuka Italia lewat aksi Gino Colaussi saat laga baru bergulir lima menit langsung direspons secepat kilat berkat kecerdikan Pal Titkos (8’).

Namun, Hungaria tidak bisa bertahan lama menghadapi serbuan pemain Italia. Dua gol tambahan Gli Azzurri tercipta sebelum turun minum melalui sumbangsih Silvio Piola (16’) dan lagi-lagi Colaussi (35’).

"Saya barangkali kebobolan empat gol, tapi paling tidak saya sudah menyelamatkan nyawa 11 orang."

Antal Szabo, Kiper Hungaria 1938

Memasuki babak kedua, Italia semakin beringas. Hungaria mampu menipiskan kedudukan lewat gol Gyorgi Sarosi, tapi jarak seketika menjauh lantaran Gli Azzurri mengamankan torehan keempat via Piola (82’).

Skor akhir 4-2 untuk kemenangan Italia senantiasa mencatatkan diri sebagai negara pertama yang berhasil menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Prestasi serupa diraih Brasil pada edisi 1958 dan 1962.

Terlepas dari ancaman hukuman mati yang menghantui pemain, pelatih, dan ofisial tim, permainan Italia perlu mendapat apresiasi, sebagaimana pengakuan dari Presiden Prancis waktu itu, Albert Francois Lebrun.

“Italia telah memenangi segalanya. Mereka sungguh diberkahi,” kata Lebrun seperti dikutip dari situs FIFA.

Rekaman pertadingan final Piala Dunia antara Italia versus Hungaria, 19 Juni 1938.
Rekaman pertadingan final Piala Dunia antara Italia versus Hungaria, 19 Juni 1938.
YUDA PRATAMA/BOLA

Penulis: Indra Citra Sena
Editor: Jalu Wisnu Wirajati
Sumber: PINO BOLA dan berbagai sumber

TAG :

KOMENTAR

BERITA TERKAIT

VIDEO

TERKINI